Tuesday, October 29, 2013

HIV AIDS

1.      Pengertian
Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala pemyakit kerusakan system kekebalan tubuh yang disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV). Penyakit ini bukan penyakit bawaan tetapi merupakan penyakit hasil penularan.

2.      Penularan
Penyakit ini menular dengan berbagai cara, antara lain melalui cairan tubuh seperti darah, cairan genitalia, dan ASI. Virus juga terdapat pada saliva, air mata, dan urin meskipun dalam konsentrasi yang sangat rendah. Pria yang sudah disunat memiliki reesiko HIV yang lebih kecil daripada yang belum disunat.
Selain melalui cairan tubuh, penyakit ini juga dapat ditularkan melalui ibu hamil, pemakaian jarum suntik bergantian, transfuse darah, dan hubungan seksual yang tidak sehat.

3.      Gejala
a.       Masa inkubasi antara 6 bulan – 5 tahun
b.      Window period selama 6-9 minggu adalah waktu saat tubuh sudah terinfeksi namun belum dapat terdeteksi oleh pemeriksaan labolatorium.
c.       Seseorang dengan HIV dapat bertahan sampai dengan 5 tahun, jika tidak diobati maka penyakit ini akan bermanifestasi sebagai AIDS.
d.      Gejala klinis muncul sebagai penyakit tidak khas seperti:
1)      Diare kronis
2)      Kandidiasis mulut yang luas
3)      Pneumonia interstisialis limfositik
4)      Ensefalopati kronik
5)      Pneumocystis carinii

4.      Diagnosis
Metode yang umum untuk menegakkan diagnosis HIV meliputi :
a.       ELISA (Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay)
Sensitifitasnya tinggi yaitu sebesar 98,1-100%. Biasanya tes ini memberikan informasi positif HIV 2-3 bulan setelah infeksi.
b.      Western Blot
Spesifisitasnya tinggi, yaitu sebesar 99,6-100%. Pemeriksaannya cukup sulit, mahal, dan membutuhkan waktu 24 jam.
c.       PCR (Polymerase Chain Reaction)

5.      Pencegahan
Pencegahan penyakit HIV-AIDS meliputi :
a.       Menghindari hubungan seksual dengan penderita AIDS atau orang tersangka penderita AIDS.
b.      Mencegah hubungan seksual dengan pasangan berganti-ganti atau orang yang mempunyai banyak pasangan.
c.       Menghindari hubungan seksual dengan pecandu narkoba atau pecandu narkotika jarum suntik.
d.      Melarang orang-orang yang termasuk  dalam kelompok beresiko tinggi untuk melakukan donor darah.
e.       Memberikan transfuse darah hanya pada orang-orang yang benar-benar memerlukan.
f.       Memastikan sterilitas alat suntik yang digunakan.

6.      Program Pemberantasan
Komisi Penanggilangan AIDS Nasional (KPAN) tahun 2006 menentukan kebijakan penanggulangan penyakit HIV-AIDS secara nasional.
a.       Arah Kebijakan
1)      Peningkatan upaya pencegahan
·         Pengurangan dampak buruk pengguna NAPZA suntik
·         Peningkatan program pemakaian kondom 100% pada setiap hubungan seksual yang beresiko
·         Pencegahan penularan ibu ke bayi
·         Transfuse darah yang aman
·         Kewaspadaan univarsal
2)      Peningkatan jumlah dan mutu
·         Pelayanan pengobatan IMS (Infeksi Menular Seksual)
·         Peningkatan jumlah dan fungsi klinik VCT
·         Perawatan, dukungan, dan pengobatan pada Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA)
3)      Penguatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di semua tingkat
4)      Peningkatan peraturan perundang-undangan dan anggaran
5)      Peningkatan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi)
6)       Memperkuat monitoring dan evaluasi


No comments:

Post a Comment